Inner Beauty
About Inner beauty
unknown
Coba perhatikan teman-teman di lingkungan kantor anda, siapa yang memiliki
inner beauty ? Emangnya gimana sih orang yang punya inner beauty itu ?
Mereka yang memiliki inner beauty, secara fisik mungkin biasa-biasa saja
atau katakanlah nilainya cuma rata-rata, tapi ada pesona lain yang ia
tebarkan. Sehingga penampilannya secara keseluruhan terlihat lebih menarik.
Memang tak dapat dipungkiri, pesona pada diri seseorang seringkali
bersumber dari fisik. Artinya anda yang berwajah ganteng, cantik, bertubuh
proporsional plus ditunjang pakaian dan penampilan yang keren, akan
terlihat menarik. Tapi pesona lahir seperti ini akan luntur manakala tidak
didukung oleh pesona dari dalam. Pesona dari dalam itu antara lain
intelektual dan perilaku menyangkut etiket dan tata krama menghadapi orang
lain. Pesona dari dalam inilah yang kerap disebut kharisma atau “inner
beauty”.
Memang, inner beauty bukan monopoli kaum hawa aja. Coba aja anda lihat
mereka cowok cewek yang penampilannya terlihat keren dan oke dari luar,
nggak terlihat menarik lagi ketika otaknya “adem” dan kelakuannya “nol”.
Mungkin cukup sulit ya kalau anda harus menemukan orang yang menarik mulai
dari fisik, intelektual dan perilakunya. Mungkin setelah berpikir keras,
anda baru bisa menyebutkan satu atau dua nama rekan kantor anda.
Emang sih memoles daya tarik lahir jauh lebih mudah daripada daya tarik
batin. Karena memoles daya tarik lahir bisa dilakukan secara instant dan
asal mau “membayar”. Bagi cewek-cewek yang merasa penampilannya kurang oke,
asal rajin ke salon, poles sana poles sini bisa berubah jadi “cling”.
Begitu juga bagi yang cowok, asal mau “ngerawat” body, misalnya rajin
fitness hingga bodynya berisi plus dibalut pakaian yang bagus, secara
fisik ia akan tampil menarik.
Tapi ternyata menarik secara lahir saja tidaklah cukup untuk membuat anda
tampil sebagai sosok yang mempesona. Dalam hal ini bukan berarti cuma
mempesona lawan jenis, tapi mempesona setiap orang yang melihat dan
berbicara dengan anda. Jika anda ingin tampil sebagai pribadi yang
mempesona luar dalam dan lahir batin, anda membutuhkan waktu dan proses
yang tidak sebentar. Tapi jangan cemas, pada dasarnya, semua orang
berpotensi untuk memiliki inner beauty. Asal anda mau mengasahnya anda
akan memiliki inner beauty dan tampil sebagai sosok yang lebih mempesona.
Lalu, gimana cara ngasah inner beauty? Menurut para psikolog, pertama-tama
yang harus anda lakukan adalah berpikir positif terhadap diri sendiri dan
orang lain. Berpikir positif diyakini dapat membuat wajah anda lebih
bersinar karena apa yang ada di dalam hati dan pikiran anda, akan terpancar
di wajah dan mata anda. Makanya jangan sekalipun menyesali kekurangan diri
anda. Tapi lebih baik berpikir positif bahwa manusia memiliki kekurangan
dan kelebihan masing-masing. Dan hendaknya kelebihan yang ada dapat
menutupi kekurangan pada diri anda.
Kemudian asahlah intelektual anda. Dengan wawasan dan pengetahuan yang
luas, akan membuat anda memiliki nilai plus di mata rekan-rekan. So pasti
anda pun akan terlihat lebih menarik. Selain itu jangan lupa untuk selalu
mensyukuri nikmat apapun yang anda peroleh. Karena rasa syukur yang tulus
membuat batin anda lebih tentram. Dan ini akan memberi pancaran tersendiri
di wajah anda.
Rasa syukur juga membuat anda terhindar dari rasa iri dan dengki. Anda
tidak akan merasa keki dengan keberhasilan dan kebahagiaan orang lain.
Sebaliknya anda akan turut merasa bahagia bila melihat orang lain bahagia.
Dan biasakanlah untuk mengulurkan bantuan bagi orang yang membutuhkan.
Tentu saja anda harus melakukannya dengan ikhlas.
Hal yang tak kalah penting adalah senyum. Karena dengan senyum dapat
meluluhkan ketegangan jiwa anda. Percaya deh senyum yang tulus tanpa kesan
terpaksa akan membuat wajah anda lebih bersinar. Ya, pada intinya semua
memang harus anda lakukan dengan ‘tulus’. Karena apa? karena kesan yang
tertangkap oleh kasat mata kadang menipu. Senyum, sikap, kata-kata,
perilaku, perhatian, bantuan dan bahasa tubuh masih tergolong ‘outer
beauty’. Artinya semua hal yang baik tersebut kadang hanya di luar saja.
Banyak orang yang melakukannya hanya untuk mencapai kepentingan pribadinya.
Padahal di lubuk hatinya ia tidak sebaik di luar. Istilah ngetopnya cuma
‘jaim’ atau ‘jaga image’.